WELCOME TO YAMAHA BYSON CLUB INDONESIA

WELCOME TO YAMAHA BYSON CLUB INDONESIA
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

[Tips] 5 Cara Mudah Merawat Gear dan Rantai BYSON

Kamis, 20 Agustus 2015

Bagi Anda pengguna sepeda motor untuk sarana transportasi sehari-hari, pada saat musim hujan, persoalan yang berpotensi terjadi adalah rantai roda (drive chain) bermasalah. Kejadian rantai kendur, berisik (terutama bagi sepeda motor yang tidak menggunakan tutup rantai), hingga pin kendur atau rusak sehingga lepas bahkan putus sangat mungkin terjadi.
Bila hal itu terjadi, tak cuma biaya yang harus Anda keluarkan tetapi juga tenaga bahkan rasa kesal karena perjalanan Anda terganggu. Caranya pun cukup mudah dan murah. Hanya, apa saja yang perlu dilakukan, kemungkinan masalah apa saja yang biasa terjadi? Berikut tipsnya :


1. Setel rantai secara teratur
Penyetelan bukan sekadar mengencangkan atau mengendurkan rantai, tetapi juga mengatur pengunci pin sambungan serta membersihkan kotoran atau debu yang menempel. Sangat disarankan untuk melakukan penyetelan rantai ini setiap motor telah berjalan 1.000 kilometer.Tingkat ketegangan rantai sebaiknya di posisi 5 – 25 milimeter. Untuk mengetahui ukuran itu ada di mal atau garis standar yang ada di penarik rantai di ujung bawah shockbreaker roda belakang.
 Ukuran jarak atau tingkat kekencangan juga bisa dilihat dari stiker yang ada di tutup rantai roda.
Adapun yang perlu diperhatikan pada kondisi pin adalah, memastikan apakah pemasangannya sudah benar atau telah terjadi perubahan posisi. Hal itu sangat penting dilakukan karena pin merupakan sambungan sekaligus pengunci sambungan rantai. Bila lepas, Anda akan repot dibuatnya. Posisi itu cepat berubah karena pada saat kecepatan tinggi pengendara melibas lubang atau jalan bergelombang, Sehingga beban rantai untuk menarik roda motor semakin berat atau saat motor mengangkut beban berat.
 Ukuran jarak atau tingkat kekencangan juga bisa dilihat dari stiker yang ada di tutup rantai roda.
Adapun yang perlu diperhatikan pada kondisi pin adalah, memastikan apakah pemasangannya sudah benar atau telah terjadi perubahan posisi. Hal itu sangat penting dilakukan karena pin merupakan sambungan sekaligus pengunci sambungan rantai. Bila lepas, Anda akan repot dibuatnya. Posisi itu cepat berubah karena pada saat kecepatan tinggi pengendara melibas lubang atau jalan bergelombang, Sehingga beban rantai untuk menarik roda motor semakin berat atau saat motor mengangkut beban berat.

2. Bersihkan kotoran
Tanpa didasari  terlebih sepeda motor yang tidak menggunakan tutup rantai kotoran menempel di sela-sela rantai baik debu, lumpur, atau serpihan lain yang menempel di pelumas rantai. Bila dibiarkan, kotoran tersebut menyebabkan rantai cepat kering, berkarat, dan cepat aus karena getas.
Oleh karena itu sangat disarankan untuk rajin membersihkan kotoran tersebut. Minimal tiga bulan sekali, syukur-syukur kalau setiap bulan. Setiap membersihkan kotoran sebaiknya juga mengganti pelumas rantai.

3. Atur ketepatan jarak antara tutup rantai dan rantai
Bagi sepeda motor yang menggunakan tutup rantai, baik penuh maupun setengah terbuka, sebaiknya memastikan jarak antara keduanya benar-benar tepat sehingga tidak ada gesekan. Pasalnya, bila terjadi gesekan baik rantai maupun penutupnya akan cepat rusak.
Bahkan dalam kasus tertentu rantai bisa putus. Bila hal itu terjadi, maka bukan saja membuat Anda harus bekerja ekstra menuntun sepeda motor untuk mencari bengkel tetapi membahayakan.
Sebab, di saat Anda menggeber sepeda motor di kecepatan tinggi dan di tengah jalan tiba-tiba rantai putus. Anda pun kehilangan kendali terhadap sepeda motor.
Selain itu perhatikan apakah posisi rantai telah sesuai dengan sprocket. Perhatikan pula apakah kondisi gigi gir masih cukup bagus. Bila ujungnya telah banyak yang patah atau tumpul sebaiknya diganti. Hal itu demi keamanan dan rantai tidak ikut cepat rusak.

4. Melumasi rantai
Sejatinya pabrikan telah merancang, sepanjang umur pemakaian rantai tidak perlu pelumasan. Namun, karena faktor-faktor lingkungan seperti cipratan air hujan, kotoran dari lumpur atau debu yang berpotensi menyebabkan komponen ini rusak.
Hanya, selama ini orang salah kaprah dalam memberi pelumasan. Umumnya orang melumasinya dengan menggunakan oli bekas, terutama oli mesin. Padahal, dengan kondisi rantai tanpa tutup maka cairan oli akan menyiprat ke mana-mana saat motor dijalankan.
Pada saat hujan, oli tersebut juga akan bercampur dengan air hujan yang bersifat asam. Sehingga, kemampuan oli untuk melumasi juga berkurang. Padahal, dalam kondisi normal efektivitas oli untuk melumasi rantai tidak lebih dari seminggu. Karena itu gunakan grease atau gemuk untuk melumasi rantai.

5. Cara pelumasan
Biasanya orang memberikan grease hanya mengoleskan krem kental itu pada rantai sepeda motor. Sejatinya, cara itu tidak salah namun kurang efektif karena kurang merata dan gemuk tidak tahan lama.
Berikut adalah resep khusus untuk membuat grease atau gemuk itu benar-benar efektif dan manfaatnya awet. Ada tiga langkah yang harus dilakukan:
· Pertama, rebuslah grease dengan menggunakan sedikit air sebagai katalisator. Didihkan gemuk tersebut hingga suhu 100 derajat Celsius, yaitu saat air benar-benar mendidih dan rebus hingga air benar-benar hilang atau menguap. Cara ini bertujuan agar gemuk atau pelumas itu bisa benar-benar cair sehingga mampu melewati celah atau lubang yang sangat kecil. Walhasil, pelumas ini benar-benar melumasi seluruh bagian rantai hingga bagian-bagian yang sulit dijangkau sekali pun.
· Kedua, rendam rantai di cairan gemuk. Setelah gemuk atau grease benar-benar mencair dan suhu belum benar-benar dingin atau masih hangat, segera rendam rantai ke cairan itu. Lakukan cara ini hingga cairan gemuk tersebut mulai membeku kembali.
· Ketiga, pasang kembali setelah benar-benar kering dan dingin. Pasang kembali rantai setelah gemuk benar-benar menggumpal, dan suhu telah dingin. Setelah itu pasang kembali rantai ke sprocket.
Itulah tips sederhana cara mudah dan murah merawat rantai motor. Semoga bermanfaat.
 
Sumber : http://rajufebrian.wordpress.com

[Tips] Cara Mengatasi Karburator Byson Ngadat

Senin, 02 Februari 2015

Berbagi pengalaman memelihara si kebo besi yang sudah mulai uzur umurnya, karena tinggal 8 bulan lagi umur garansi mesin dari pabrikan akan segera habis umur tepatnya 2,4 tahun. Bayangkan jika kita memelihara kebo beneran berapa keuntungan yang akan kita dapat, hehe maaf intermezo lagi kena hobi beternak.
Pengalaman merawat dan memelihara si kebo yamaha byson black edition, pada tahun pertama sampai 1,5 tahun berikutnya aman-aman saja, walaupun sering mendengar bahwa yamaha byson rawan ngadat di jalan karena ada cacat pada bagian karburator. Menginjak 18 bulan keatas baru deh ngerasain di kerjai si kebo, mungkin sobat bysoner juga pernah ngerasain kejadian antara lain :
  1. Lagi boncengan nganter sodara bertiga tiba-tiba macet, didorong minggir sambil di starter kemudian di engkol baru idup lagi .. malu banget motor kinclong mogok.
  2. Saat di lampu merah posisi di tengah, karena gas kecil tiba-tiba mati di starter-starter ngak hidup-hidup akhirnya dorong kepinggir ungtung pake helm full face jadi gak malu-malu banget.
  3. Dipinjam kawan tidak berapa lama di telpon “motornya mogok ngak mau di starter, gimana?”, sabar dan berdo’a sambil di engkol jawabku…hehe.
Selama hampir 10 bulan saya mengalami tekanan batin mengendarai si kebo byson. Setiap bulan service ke dealer langganan selalu ditanya, keluhanya apa mas? saya mengulang kata-kata “biasa suka ngadat”, si mekanik menimpali “iya byson memang itu penyakitnya”, walah ngak ada solusi kreatif sama sekali pikirku. Malah si mekanik cerita “kemaren ada yang coba ganti karburator baru tapi masih sama hasilnya”, sama aja dong masbro…

Solusi Mengatasi Karburator Yamaha Byson yang Sering Ngadat

Simpel saja ceritanya, karena saya juga awam masalah otomotif. Awal cerita saya hijrah tempat service dari dealer langganan yang tanpa solusi, ke dealer Maruman Siger di jalan bypass Bandar Lampung. Disana saya diberitahu oleh mekaniknya pangilannya Mas Ipung, saya disarankan mengganti jarum spuyer atau Pilot Jet dari ukuran standar byson kode ujungnya 15 ke ukuran 20.
Kode Pilot Jet 20 dan Bentuk Pilot Jet
Kode Pilot Jet 20 dan Bentuk Pilot Jet
Kata mas Ipung kenapa byson sering ngadat, karena pasokan bahan bakar kurang saat di gas jadi mbrebet sampai ngadat. Pengalaman mas Ipung sudah mengganti lebih dari 20 unit motor byson dengan pilot jet ukuran 20 dan hasilnya lumayan gak ada yang kompalin lagi bahwa motor yamaha byson nya ngadat.
Modal beli pilot jet yang di maksud harganya 50 rebu, di dealer pun tidak ada barang tersebut belinya di toko tempat modifikasi kalau pasangnya pas kita service gratis tapi kalau berniat hanya pasang itu kena biaya jasa 15 rebu.
Jika anda pemilik byson dan mengalami kendala seperti diatas anda bisa mencoba trik ini.

Source

[Tips] Panduan Saat Touring / Konvoi

Minggu, 22 September 2013




YBCI - Brotherhood Has No Limit. Ini adalah panduan sederhana tentang konvoi tapi lebih baik kita sebut sebagai penyeragaman atau standarisasi konvoi supaya ritme touring mudah dibentuk, terhindar dari kesan arogan dan tetap tidak mengganggu hak orang lain. yang paling penting dan perlu diingat adalah konvoi touring biker adalah bukan konvoi VVIP.

# motor dalam keadaan baik secara keseluruhan

# mental dan fisik biker maupun boncenger dalam keadaan fit secara keseluruhan

# patuhi semua standar SAFETY RIDER
# datang tepat waktu baik di start point ataupun di meeting point
# masuk dalam klotur (kelompok touring) yang telah ditentukan

TATA CARA PEMBERANGKATAN :
hal ini berlaku untuk setiap pemberangkatan baik dari start point dan setiap stop point (check point, emergency stop, dll) yang ditentukan oleh RC (road captain)
# RC memberikan tanda siap berangkat dengan menghidupkan mesin motornya dan
memposisikan motornya sebagai RC (terdepan)
# peserta mengikuti dengan membentuk barisan 1 (satu) kolom dan ditutup oleh Sp (sweeper)
# RC memberikan tanda akhir siap berangkat (lihat hand code) diikuti oleh peserta yang sudah siap
# Sp memberikan tanda konfirmasi siap berangkat kepada RC (lihat horn code)

TATA CARA KONVOI :
# dibagi dalam beberapa klotur dengan maksimum peserta 40 motor per klotur
# tidak membentuk garis lurus dengan motor didepannya
# posisikan motor lebih ke kanan atau ke kiri terhadap motor didepan
untuk memberikan jarak menghindar bila terjadi pengereman mendadak
# atur jarak aman sesuai kecepatan
# pastikan kecepatan tidak melebihi 80 kpj
# tidak melanggar lampu merah
# teruskan pesan hand code (kode tangan) dan foot code (kode kaki) kepada peserta dibelakang
# nyalakan lampu penerang jalan (lampu dekat)
# hidupkan lampu hazard (opsional)
# tidak menggunakan lampu strobo ataupun flip-flop
# tidak menggunakan sirine ataupun pengeras suara
# tidak membunyikan klakson terhadap hal yang tidak perlu atau sudah diwakili oleh RC
# tidak saling mendahului
# pendengaran tetap dominan terhadap kondisi sekitar
# usahakan selalu dan tetap tenang
# tidak meninggalkan peserta yang mengalami masalah (troble) dijalan

TATA CARA DI LAMPU LALU LINTAS (LALIN) ATAU DI PERSIMPANGAN :
# RC mengurangi kecepatan terutama saat lampu menyala kuning untuk menghindari putusnya konvoi
# tetap dalam konvoi kecuali ditentukan lain oleh RC
# tidak menerobos lampu merah sekalipun konvoi harus terputus

TATA CARA KONVOI TERPUTUS :
# Sp memberikan pesan horn code (kode klakson)
# RC mengurangi kecepatan
# setelah bebas dari hambatan, peserta yang terputus bersama Sp
mengejar konvoi dalam kecepatan aman max. 80 kpj
# setelah semua bergabung kembali Sp kembali memberikan horn code

TATA CARA MENGHALAU PENYUSUP :
# maksimalkan jarak motor dengan motor didepannya sesuai kecepatan
# berikan tanda dan berikan jalan untuk mendahului kepada calon dan penyusup
# Sp berusaha mengeluarkan penyusup dengan cara-cara yang baik

TATA CARA PESERTA MENGALAMI MASALAH :
# peserta berikan tanda darurat mohon berhenti jika memungkinkan
# RC memberhentikan konvoi
# Sp advice RC bila tidak mengetahui
# Sp atau salah satu peserta memberi tanda kepada klotur berikut
# tidak meninggalkan peserta dijalan dalam situasi apapun
# tidak meninggalkan peserta sendirian atau lebih baik lagi pending klotur

BILA TERJADI KECELAKAAN MINOR INJURED :
# Sp memberikan tanda kepada klotur berikutnya untuk tidak berhenti
# korban dirawat sementara
# bawa korban ke balai pengobatan terdekat bila perlu

BILA TERJADI KECELAKAAN MAJOR INJURED :
# parkir semua motor di lokasi aman (ditunggui salah satu peserta bila perlu)
# semua peserta mengamankan TKP dan atur lalin
# Sp memberikan tanda kepada klotur berikutnya
# evakuasi dipimpin langsung oleh RC
# RC broadcast berita dan
# wajib stop touring
BILA TERJADI MOGOK :
# klotur emergency stop
# ditangani oleh peserta yang mengerti
# RC cari bengkel terdekat bila tidak bisa ditangani peserta
# antar dan kawal motor ke bengkel terdekat

HAND CODE (KODE TANGAN)

# Tangan Kiri terkepal diatas helm dengan jempol menghadap kebawah:
Kode emergency dengan kendaraannya atau kondisi emergency lainnya. Wajib direspon petugas atau kawan dibelakangnya dengan klakson panjang.
# Tangan kiri/kanan direntangkan sudut 45 derajat disamping badan dengan posisi telapak menghadap kebelakang:
Ada handicap berupa orang/kendaraan berhenti di sisi kanan/kiri.
# Tangan Kiri/Kanan direntangkan sudut 45 derajat memberikan tanda jempol:
Kondisi sudah OK dan perjalanan bisa dilanjutkan.
# Tangan Kiri diangkat lurus keatas dengan jari telunjuk diacungkan (satu jari)
Barisan satu berbanjar kebelakang dengan posisi zig zag, dimulai dengan anggota terdepan dibelakang RC mengambil posisi sebelah kiri belakang RC, kedua di sebelah kanan belakang anggota pertama dan seterusnya dengan jarak lebar kira2 sebatas bahu kiri & kanan RC/anggota depannya.
# Tangan Kiri diangkat lurus keatas dengan jari telunjuk & jari tengah / jari telunjuk & jari kelingking (dua jari) diacungkan:
Barisan berbaris sejajar 2 berbanjar kebelakang. (khusus digunakan untuk konvoi dalam kota/kondisi jalan padat agar rombongan tidak terpencar serta pada saat masuk kesebuah lokasi)
# Tangan kiri diatas helm melakukan gerakan melingkar:
Rombongan berputar arah.
# Tangan kiri diangkat ditekuk sebatas kuping dengan telapak tangan mengepal:
Rombongan berhenti (lampu merah)
# Tangan kiri diangkat lurus keatas, diayunkan kedepan dengan telapak tangan terbuka:
Rombongan berjalan kembali.
# Tangan kiri diangkat lurus keatas, telapak tangan terbuka menghadap kekuping dan diayunkan keluar-kedalam:
Rombongan satu banjar kebelakang merapat satu baris dari posisi zig zag. Biasanya kode ini dilakukan pertama oleh RC bila rombongan akan menyusul kendaraan atau jalanan sempit/gang.
# ancungan jempol = salam brotherhood
# Tangan Kiri diangkat lurus keatas dengan lima jari = konvoi bubar untuk kembali bergabung setelah melewati rintangan (macet)
# menunjuk arah = siap-siap berbelok ke arah yang ditunjuk

FOOT KODE (KODE KAKI)

# turunkan kaki kiri = menunjukan adanya handicap/halangan dijalan berupa lubang atau con atau pembatas jalan dan lain2 yang berupa benda mati disebelah kiri.
# turunkan kaki kanan = menunjukan adanya handicap/halangan dijalan berupa lubang atau con atau pembatas jalan dan lain2 yang berupa benda mati disebelah kanan.
# turunkan kedua kali = menunjukan jalanan rusak, bergelombang, marka melintang, rel kereta api, polisi tidur atau genangan air.

HORN CODE (KODE KLAKSON)

# bunyi panjang = konfirmasi siap berangkat (hanya sweeper);
tanda klotur putus (hanya sweeper);
tanda konvoi sudah kembali komplit setelah terputus (hanya sweeper)
# bunyi pendek dua kali = salam brotherhood
# Kondisi Darurat : Bunyikan klakson panjang tanpa henti dan diikuti oleh kawan2 yang lain agar petugas bisa menghentikan rombongan.
# Warning: Bunyikan klakson 2x sebanyak 3 kali berturut2. Digunakan kala kendaraan kawan didepan ada kerusakan/tidak beres. Contoh, barang bawaan miring, bracket box patah, ban kempes dll.
# Stop and Go: Bunyikan klakson 3x sebanyak 2 kali dimulai dari barisan paling belakang dan disusul kawan didepannya sampai kepada RC, sebagai penanda rombongan akan berjalan dari kondisi berhenti.

1. KLAKSON

o Kondisi Darurat : Bunyikan klakson panjang tanpa henti dan diikuti oleh kawan2 yang lain agar petugas bisa menghentikan rombongan.
o Warning: Bunyikan klakson 2x sebanyak 3 kali berturut2. Digunakan kala kendaraan kawan didepan ada kerusakan/tidak beres. Contoh, barang bawaan miring, bracket box patah, ban kempes dll.
o Stop and Go: Bunyikan klakson 3x sebanyak 2 kali dimulai dari barisan paling belakang dan disusul kawan didepannya sampai kepada RC, sebagai penanda rombongan akan berjalan dari kondisi berhenti.

2. HAND CODE

o Tangan Kiri terkepal diatas helm dengan jempol menghadap kebawah:
Kode emergency dengan kendaraannya atau kondisi emergency lainnya. Wajib direspon petugas atau kawan dibelakangnya dengan klakson panjang.
o Tangan kiri/kanan direntangkan sudut 45 derajat disamping badan dengan posisi telapak menghadap kebelakang:
Ada handicap berupa orang/kendaraan berhenti di sisi kanan/kiri.
o Tangan Kiri/Kanan direntangkan sudut 45 derajat memberikan tanda jempol:
Kondisi sudah OK dan perjalanan bisa dilanjutkan.
o Tangan Kiri diangkat lurus keatas dengan jari telunjuk diacungkan (satu jari)
Barisan satu berbanjar kebelakang dengan posisi zig zag, dimulai dengan anggota terdepan dibelakang RC mengambil posisi sebelah kiri belakang RC, kedua di sebelah kanan belakang anggota pertama dan seterusnya dengan jarak lebar kira2 sebatas bahu kiri & kanan RC/anggota depannya.
o Tangan Kiri diangkat lurus keatas dengan jari telunjuk & jari tengah / jari telunjuk & jari kelingking (dua jari) diacungkan:
Barisan berbaris sejajar 2 berbanjar kebelakang. (khusus digunakan untuk konvoi dalam kota/kondisi jalan padat agar rombongan tidak terpencar serta pada saat masuk kesebuah lokasi)
o Tangan kiri diatas helm melakukan gerakan melingkar:
Rombongan berputar arah.
o Tangan kiri diangkat ditekuk sebatas kuping dengan telapak tangan mengepal:
Rombongan berhenti (lampu merah)
o Tangan kiri diangkat lurus keatas, diayunkan kedepan dengan telapak tangan terbuka:
Rombongan berjalan kembali.
o Tangan kiri diangkat lurus keatas, telapak tangan terbuka menghadap kekuping dan diayunkan keluar-kedalam:
Rombongan satu banjar kebelakang merapat satu baris dari posisi zig zag. Biasanya kode ini dilakukan pertama oleh RC bila rombongan akan menyusul kendaraan atau jalanan sempit/gang.

3. FOOT CODE

o Kaki Kiri direntangkan 45 derajat disisi kanan/kiri: ada handicap/halangan dijalan berupa lubang atau con atau pembatas jalan dan lain2 yang berupa benda mati.
o Kaki Kanan & Kiri direntangkan bersamaan sudut 45 derajat: Ada polisi tidur atau genangan air atau jalanan rusak berlubang2 didepan.
Notes: Kode klakson bisa digantikan oleh lampu DIM/hand code jika klakson tidak berfungsi. Harap anggota rombongan didepannya merespon jika melihat kawan dibelakang memberikan lampu dim berkali2 dari kaca spion dengan klakson atau hand code.

[Tips] Cara Merawat Aki Kering

Rabu, 24 Juli 2013


Meski diklaim bebas perawatan (maintenance free) namun aki kering juga butuh perhatian. Berikut beberapa hal yang meski lebih diperhatikan seputar aki kering.

Siapa bilang aki kering bebas perawatan. Bila digunakan sembarangan usia pakai aki jenis ini bisa pula bekurang dari daya tahan semestinya.

“Kalau pakainya ceroboh daya tahannya bisa kurang dari 1,5 tahun,” ujar Sales Manager PT Kamajaya Tri Laksana Budi Priyanto. PT Kemajaya Tri Laksana merupakan distributor aki merek Yuasa untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Pemakaian cerobah yang dimaksud Budi di sini adalah apabila si pengemudi sering membiarkan kendaraannya menerjang jalan rusak dengan kecepatan yang relatif tinggi.

“Kalau sering terjang jalan rusak kan otomatis aki juga sering bergoyang atau terbentur komponen lain, sehingga sel-sel di dalamnya bisa cepat rusak,” kata dia.

Selain itu, ketika pertama kali memasang aki jenis ini, sebaiknya diperhatikan seal baterai tersebut. Pedan Budi, jangan sampai seal-seal ini terbuka dan terkena udara bebas. “Debu bisa masuk dan merusak aki,” tegas dia.

Untuk jenis aki kering tertentu dimana elektrolitnya harus dimasukkan terlebih dahulu sebelum aki tersebut dipasang pada mesin, menurutnya, seal ini juga menjadi peranan yang penting. setelah seal bawaan pabrik dilepas untuk memasukkan elektrolit, maka kemudian harus segera ditutup kembali dengan seal dari elektorlit tersebut.

“Tutupnya harus yang rekat kalau perlu diketok pakai palu karet biar benar-benar rapat,” pesannya.

Jadi, bebas perawatan bukan berarti harus luput dari perhatian bukan

SUMBER

[Tips] Cara Merawat Ban TUBELESS

YBCI - Salam Persaudaraan. Pada mulanya orang tidak mengenal ban. Pertama sekali orang menemukan yang namanya Roda. Jadi orang lebih dahulu mengenal roda daripada ban. Itu terjadi pada tahun 3500 SM. Sesuai dengan perkembangan zaman, maka tahun 1845 Thomson dan Dunlop menciptakan Ban. Atau pada waktu itu disebut ban hidup alias ban berongga udara. Sehingga Thomson dan Dunlop disebut Bapak Ban. Dengan perkembangan teknologi Charles Kingston Welch menemukan ban dalam, sementara William Erskine Bartlett menemukan ban luar. Demikianlah hingga sekarang teknologi ban berkembang pesat dan tak kurang dari 3500 macam telah diciptakan, baik ban luar yang mengharuskan pemakaian ban dalam rnaupun jenis tubeless alias tanpa ban dalam.

Ban Tubeless

Ban tubeless adalah ban yang dirancang tanpa mempunyai ban dalam. Ban tubeless in diciptakan sekitar tahun 1990. Ban tubeless terbuat dari campuran dari berbagai macam material seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

Namun demikian ban ini juga memerlukan udara seperti ban biasa. Udara dimasukkan melalui Valve seperti gambar disamping ini. Berbagai macam produk mobil menggunakan ban tubeless. Misalnya Mobil Toyota, Mercede-Benz Kelas C, E dan S.

Kondisi Ban

Aus pada kedua bagian pinggiran ban: Karena Kurang Tekanan Angin


 Jika ban terlihat seperti ini maka bisa jadi karena kurang tekanan angin. Musuh nomor satu ban adalah jika ban kekurangan tekanan angin, sehingga dapat mengurangi umur ban karena cepat ausnya ban pada sebelah sisi luar/bahu ban. Juga dapat menyebabkan meningkatnya temperatur yang berlebihan sehingga mengurangi kekuatan ban. Selain itu membuat bahan bakar menjadi boros karena meningkatnya rolling resistance (ban kempes menjadikan mobil lebih berat untuk melaju). Periksalah tekanan angin ban secara teratur. Keausan ban yang tidak normal dapat juga diakibatkan oleh kesalahan alignment/spooring atau kerusakan mekanis lainnya.

Aus pada bagian tengah ban :
Kelebihan Tekanan Ban

Telapak yang habis terparut : Kerusakan mekanik

Ban yang habis terparut biasanya terjadi pada ban depan, namun bisa terjadi pula pada ban belakang. Hal tersebut menandakan kalau roda mobil anda tidak seimbang atau terjadi kerusakan sistem kemudi dan suspensi. Kunjungi Sentraservis atau pusat penjualan resmi ban untuk mendapatkan servis pemeriksaan dan perbaikan.

Perawatan

Kapan Ban Perlu Diganti ?

Ban yang rusak harus segera diganti untuk keselamatan. Namun kadangkala si pemilik tidak menyadari bahwa ban di mobilnya dalam keadaan yang semestinya harus ganti dengan yang baru. Tanda-tanda apa saja yang perlu Anda ketahui untuk ganti ban baru ?
1. Cek kedalaman alur di setiap telapak ban. Seandainya kedalaman alurnya kurang dari 1,6 milimeter dari permukaan atas baris TWI, itu tandanya ban kendaraan Anda sudah harus diganti.
2. Amati apakah permukaan ban dalam keadaan rata/licin sehingga kembangannya mulai tak tampak. Andaikata keausan ban kendaraan sudah tidak dapat ditolerir, Anda mesti menggantinya dengan ban baru.
3.Perhatikan dengan teliti bagian luar (pinggir) ban kendaraan Anda yang mengalami keretakan. Sebaiknya ban seperti itu cepat diganti untuk menghindari kemungkinan buruk yang kelak menimpa Anda.
4. Begitu pula jika terjadi ban yang mulai sering bocor dan sering ditambal maka lama-lama ban bentuknya akan berubah dan bisa menyebabkan ketidakseimbangan sehingga ban perlu diganti.

Berikut ini langkah-langkah utama dalam mengganti ban kempes:

1. Nyalakan lampu keadaan darurat dan naikan penutup bagasi untuk memberi isyarat kepada orang lain bahwa Anda sedang mengalami masalah.
2. Gunakan sisi yang rata dari alat ban atau obeng untuk mengumpil penutup bagian tengah roda dan velg roda.
3. Gunakan alat untuk melonggarkan tetapi jangan angkat keempat atau kelima pelat sambung yang mengikat roda ke as roda.
4. Letakkan balok di belakang roda pada as roda lainnya. Kemudian letakkan dongkrak mobil di bawah badan mobil atau di alas bemper sebagaimana diuraikan dalam manual pemilik.

Yang tidak boleh dilupakan

1. Berhentilah menaikkan dongkrak apabila roda sudah cukup tinggi untuk memutar ban tanpa menyentuh tanah.
2. Buka pelat sambung dan taruh di dalam penutup bagian tengah roda supaya tidak hilang. Angkat ban dan letakkan agak jauh.
3. Pasang ban serep pada mobil. Sekrupkan pelat sambung ke mobil dengan tangan, pastikan sisi dari setiap mur yang lancip menghadap roda.
4. Turunkan dongkrak sampai ban secara kukuh menyentuh tanah tetapi tidak menahan mobil.
5. Gunakan alat untuk mengencangkan plat sambung dalam pola yang silang menyilang.
6. Apabila semua sudah terpasang dengan baik, turunkan dongkrak sampai dapat dipindahkan. Taruh kembali penutup roda dengan menekannya pada velg.


Yang tak kalah penting dan perlu diingat:

1. Hati-hati terhadap ban bekas. Beda antara ban baru dengan ban bekas yang divulkanisir memang nyaris tidak tampak. Biasanya ban bekas yang divulkanisir memiliki garis putih tipis yang memisahkan ban lama dengan tempelannya. Ban jenis ini walaupun murah tapi berbahaya karena dapat terbelah ketika dipakai;
2. Ban yang panas setelah perjalanan jauh jangan langsung dikempeskan karena dapat merusak ban tersebut;
3. Bila terdengar bunyi atau terasa getaran aneh dari ban, segeralah periksa. Bisa jadi dari sinilah muasal bahaya.
Prinsipnya, berkendara dengan ban dalam kondisi prima sangat membantu kenyamanan dan keselamatan di jalan. Jadi, tak ada salahnya memeriksa ban sebelum memacu kendaraan.

Yang tak kalah penting dan perlu diingat:

1. Jangan mengurangi tekanan angin ketika ban masih dalam keadaan panas. Penyesuaian tekanan hanya dapat dilakukan saat ban menjadi dingin.
2. Jangan memberikan beban pada ban melebihi ketentuan muatan maksimum kendaraan;
3. Perlu pemeriksaan rutin terhadap telapak dan bahu ban untuk mendeteksi kerusakan-kerusakan lebih dini. Apabila ban sudah mencapai batas keausan minimum (lihat tanda D di bahu ban), ban harus segera diganti;
4. Sekalipun bocor, jangan buru-buru menutupnya dengan lem ban atau lem cair lain. Cairan akan menyebar kepermukaan ban yang berakibat kerusakan permanen pada permukaan yang tak bocor scrta korosi pada scrat ban. Bahayanya, ban bisa meledak mendadak bila dipacu dalam kecepatan tinggi. Sebaiknya tamballah dengan potongan ban, baru direkatkan dengan lem;
5.
Jangan berkendara dengan ban kempes sekalipun untuk jarak dekat. Ban dan pelek bakal rusak tanpa bisa diperbaiki lagi bila berkendara dengan ban kempes. Mungkin perkecualian untuk hal ini adalah bila keadaan keamanan tidak memungkinkan dan Anda memang harus siap mental untuk mengganti pelek dan ban sekaligus.
 
sumber : Universalbyson

[Tips] Cara Merawat Body Yamaha Byson

YBCI - Salam Persaudaraan. Merawat Body Motor Yamaha Byson secara keseluruhan membutuhkan kepedulian dan perhatian tingkat tinggi seperti halnya kita merawat sesuatu yang kita sayangi. Selain menimbulkan rasa sayang dan peduli, hal terpenting adalah tindakan atau action di mana langkah ini sangat menentukan hasil dari proses Perawatan Body Motor Yamaha Byson, Yamaha Vixion, atau jenis motor apapun agar kondisi motor kita tetap kinclong. Proses Merawat Body Motor Yamaha Byson yang saya lakukan masih umum dilakukan oleh orang lain pada umumnya, yaitu membersihkan atau Merawat Body Motor Yamaha Byson dengan cara mencuci secara berkala disaat senggang biasanya saya mencuci sendiri. Menjamurnya usaha steam motor  atau usaha pencucian motor baik yang biasa atau yang menggunakan sistem hidrolik atau steam salju memudahkan kita  dalam proses Merawat Body Motor Yamaha Byson tetap bersih dan awet baru.

Bagaimanakah proses Merawat Body Motor Yamaha Byson dengan mencuci sendiri dan menyerahkan pada ahlinya seperti steam motor atau steam mobil (Car Wash). Jika kita mencuci sendiri tentunya kita akan melakukan hal yang berbeda dengan kemampuan  dan pengetahuan kita, pertama yang perlu diketahui adalah jenis kotoran yang menempel pada body motor kita. Kemudian membedakan alat pembersih seperti shampo atau sabun untuk jenis kotoran yang berbeda dan jenis body motor yang berbeda.

Jenis kotoran berat yang sering menempel pada body motor atau kendaraan kita antara lain, Jenis berminyak seperti oli, pelumas dan sejenisnya biasanya menempel pada bagian bawah dan body terbuat dari logam, kita bisa membersihkannya dengan sabun colek/rinso, sunlight pencuci piring atau shampo khusus bagian body logam seperti Kit Motor.

Jenis kotoran ringan seperti lumpur, debu atau tanah dan biasanya menempel pada body yang terbuat dari fiber atau plastik kita bisa membersihkan dengan air yang disemprotkan kencang kemudian menggunakan shampo motor ataupun sampho yang biasa kita gunakan disaat mandi seperti shampo clear, shampo sunsilk, shampo rejoice dan lain sebagainya




Perbedaan hasil Merawat Body Motor Yamaha Byson sendiri dengan menggukan jasa steam motor. Jika kita menggunakan jasa tentunya hasilnya maksimal karena peralatan yang komplet dan modern sampai semir ban pun ada, kelemahanya semua prosesnya sama, tidak membedakan body motor terbuat dari logam, fiber atau plastik. Kemudian juga tidak membedakan kotoran berat atau ringan, pokoknya siram sikat dan semprot. Hal terpenting yang tidak kita  dapatkan adalah informasi mengenai kondisi real body motor kita, mungkin ada baut yang kendor atau ada body motor bunyi atau gegar. Sedangkan jika kita mencuci motor sendiri kita akan mendapatkan bayak informasi kondisi real body motor kita, kita akan menemukan banyak jawaban ketika kita mengendarai motor kurang nyaman bunyi-bunyi pada body karena baut yang kendor, maka setelah selesai mencuci pasti ada hal perawatan tambahan yang bisa kita lakukan.
 
Support : Mahasiswa Lugu | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2015. YBCI Official - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger